Sabtu, 03 Desember 2011

Cerpen menarik


Begitu sulit
( by: mifthahul jannah nisa )
Ziena adalah nama seoranng cewek yang parasnya bak putri salju. Gadis cerdas yang mempunyai kecerdasan yang hampir menyamai einsten. Tetapi ia tak sombong dan angkuh. Lahir dari keluarga yang sederhana. Terlahir sebagai anak tunggal, ia sangat disayangi oleh kedua orang tuanya, tetapi ia tidak manja dengan semua yang ia miliki.
***
Pagi itu saat di kelas jurusan kimia Universitas Andalas Padang. “ Selamat pagi semua!”. Ucap Pak Udin dosen matematika. “ Ada sedikit pengumuman, bahwa hari ini kita akan kedatangan dosen pengganti baru, nama bapak ini adalah Bastian.” Jelas Pak Udin. “Beliau akan menggantikan Pak Amin dalam mata kuliah kimia. Mengerti semua?”. Tanya Pak Udin. “ Ya Pak”. Jawab semua mahasiswa. “ Permisi Pak.” Ucap salah seorang siswa yang datang dari arah pintu masuk, yang tak lain adalah ziena. “ Maaf Pak saya terlambat lima menit” Ucap Ziena. “ Ya sudah, cepat duduk”. Pinta Pak Udin.
Setelah mata kuliah hari itu selesai Ziena kembali pulang . Sesampai di rumah ayahnya hendak ingin bicara kepada Ziena mengenai soal yang kelihatannya amat penting. “ Zi, Ayah mu ingin bicara dengan mu sebentar ,nak.” Kata Ibu Ziena. “ Mau bicara apa Bu?” tanya Ziena. “ Sepertinya penting” ucap Ibu lagi. Kemudian Ziena keluar dari kamarnya hendak menuju ruang tengah. Disana ayah telah menuggu Ziena. “ Ada apa Ayah? Penting banget kayaknya. Mau kasih Ziena uang jajan lebih ya Yah?”. Goda ziena pada Ayahnya. “ Bukan sayang ayah mau bilang sesuatu yang serius.” Ucap ayah lagi. Ziena pun siap mendengarkan apa yang akan di katakan oleh ayahnya. “ Zi, ayah punya teman lama. Beliau adalah teman lama ayah waktu kecil. Namanya Om Sumarno. Saat kami SMA beliau pindah ke Malaysia. Kami pun berjanji jika kami kembali bertemu kelak kami akan menjodohkan anak-anak kami.”. Mendengarkan kata jodohan itu Ziena pun tersentak kaget. “ Ayah berniat ingin menjodohkan kamu dengan putranya Om Sumarno.” Jelas ayah lagi. “ Tapi ayah, aku masih ingin kuliah. Lagian zaman sekarang ini masih aja laku jodoh-jodohhan?”. Bantah Ziena. “ Tapi kamu bisa bertemu orangnya dulu. Dia itu lulusan dari Australia lo.” Bujuk ayah. “ Ayah ziena serius. Aku nggak mau dijodohin. Aku nggak peduli kalau dia sepinter, secakep apapun Yah.” Ucap gadis itu dengan nada yang sedikit agak keras. “ Ya sudah, ayah tidak paksa kamu untuk terima perjodohan ini. Jika kamu tidak mau, ayah akan menjodohkannya dengan sepupumu Diana. Kamu setuju kan?”. Ucap ayah. “ Aku setuju kok yah”. Lirih Ziena. “ Kamu yakin Zi? Nanti kamu menyesal kemudian hari.” Tambah ibu pada ziena. “ Aku yakin dengan keputusan ziena bu”. Jawab ziena.
Ditengah malam yang hening, Ziena juga belum bisa tidur. Ia sibuk dengan laptopnya. “ Kenapa gue nggak rela kalo ayah nyodohin Diana dengan anak temennya ya? Tapi itu kan baik untuk gue.” Ucap Ziena dalam hati.
***
Beberapa hari ini Ziena sibuk dengan tugas yang diberikan oleh dosen. “ Aduhh dosen kayak nggak pernah kuliah aja dech, kasih tugas berat banget lagi.” Keluh Laras teman karib Ziena. “ Udah jangan ngeluh terus ntar gue bantuinn deh bikin tugas lo.” Bujuk ziena. “ Emangnya tugas lo udah kelar?.” . “Belom, !” Tambah Ziena. “Terus kapan le bantuin gue?. “ Ntar kalo tugas gue udah kelar.” Ucap Ziena sambil tertawa. “ Ya elah, dasar kecebong lo”. Bentak Laras sambil ikut tertawa. “ By  the way, pembimbing lo dosen baru tu ya zi?”. Tanya Laras. “ Ya gitu deh. Tapi gue belom ketemu tuh sama pembimbing baru gue.” Jelas ziena. “ Loe sich asyik sama dosen muda ,cakep lagi, gue aja sama Pak Udin ketewer-tewer tuh.” “Hhahhhhhha.. itu sih derita loe. Oh ya ntar lo pulang aja duluan gue mau ketemu dosen pembimbing gue buat konsultasi TA gue.”. “ oke dahhh. Ntar lo pulang pake angkot dong?hahhhhhaaa putri salju naek angkot”.Ucap Laras sambil tertawa.
Tok,tok,tok. “ Permisi Pak” kata Ziena sambil membuka pintu. “ Oh ya. Silahkan masuk”. Jawab Bastian. “ Ada perlu apa?” tambahnya lagi. “ Saya Ziena putri subroto, pak. Maaf saya mengganggu Bapak sebentar.” Ucap ziena sambil mengulurkan tangan. Setelah itu Bastian mempersilahkan Ziena duduk. “  Maksud saya datang menemui Bapak  adalah  saya mau konsultasi soal TA saya. Dan kebetulan Bapak adalah dosen pembimbing saya.” Jelas  Ziena. “ Oh kamu yang dibilang sama Pak Udin mahasiswi yang pintar itu?” tanya Bastian. “ Mungkin begitu Pak.” Ucap ziena. Kemudian mereka berbingcang mengenai tugas skripsi  Ziena.

Sudah beberapa minggu ini Ziena sering bertemu dengan Bastian. Mereka pun mulai akrab layaknya seorang guru dengan muridnya. Hal itu dikarenakan Bastian adalah dosen pambimbing Ziena. Tetapi perasaan itu mulai berubah. Hati Ziena diarungi kegelisahan dan perasaan dicumbu asmara . Selama ini Ziena tidak terlalu tertarik pada pria yang seringkali ingin mendektinya, tapi pesona Bastian telah mencuri hati Ziena.
***
Aduh... bete banget nih gue. Lirih Ziena dalam hati. “ Ras besok anterin gue ke GM yah!” Pinta ziena pada Laras. “ Oke dahh, buat lo apa sih yang nggak”. Hibur Laras. “ Siip Oke. Lo emang temen gue yang paling baek.”. “ Tapi traktir gue makan es krim yah!”. “ Iya dech..mumpung kantong gue lagi bengkak neh”.  Balas Ziena sambil tertawa.
Saat Ziena dan Laras berada di toko buku terbesar di Padang itu, kemudian tanpa di senganja ia bertemu dengan Bastian. “ Selamat siang pak”. Ucap Laras pada Bastian. “ Eh kalian. Siang, lagi ngapain kalian disini?” Tanya Bastian. “ Lagi cari buku pak.” Jawab Ziena. “Cari buku apa?”. Tanya Bastian lagi. “ Buku tentang  cinta pak”. Seru Laras. “ Uusssh, ngaur kamu”. Bentak Zienar. Sedangkan Laras dan Bastian hanya bisa tertawa. “ Oh ya pak, kita mau makan es kriem neh. Bapak mau ikut kita?”. Tanya Laras. “Boleh, tapi ada syaratnya”. “ Apa ??” Tanya Ziena dan Laras serentak. “ Kalian nggak usah panggil saya Bapak. Kayaknya saya terlalu ketuaan jika dipanggil Bapak”. “Terus manggil apa donk?”. Tanya Ziena .“ Panggil saja saya kakak, atau abang kayak orang Padang manggil!”. “ Ya udah abang aja dech, lebih ok.” Jawab Laras.
Saat mereka bertiga sedang makan es kriem, tiba-tiba datang seorang cowok yang berperawakan tinggi dan agak  sedikit aneh. Kemudian cowok itu menyentuh pipi putih mulus Ziena dengan sengaja. Ziena pun terkejut melihat dirinya di goda oleh cowok itu. “ Eh,apa-apaan sih. Ngapain pegang-pegang?”. Bentak Ziena dengan kesal. Melihat Ziena marah seperti itu Bastian pun seraya terkejut. “ Eh-eh ada apa ini?” . “ Ini Bang, tadi dia  nyolek-nyolek pipi aku”. Jelas Ziena. “ Maaf mas, jangan ganggu dia. Yang sopan donk jadi cowok!”. “ Apa lo bilang, cewek lu aja yang murahan”. Mendengar kata seperti itu Bastian langsung memukul cowok tersebut. “ Kalau ngomong hati –hati dong!”. Melihat perkelahian itu semakin  memanas, satpam pun datang untuk memisahkannya.
***
Dengan melihat keadaan bastian yang agak memar dibagian dahinya, Ziena dan Laras merasa cemas. “ Abang. Abang nggak apa-apa kan?” Tanya ziena. “ Nggak apa-apa kok. Saya paling nggak suka melihat perempuan di lecehin kayak gitu” Balas Bastian. Dengan mendengar ucapan itu Ziena seraya berkaca-kaca dan hampir menangis . “ Kamu kenapa zi?” Tanya Laras. “ Hal kayak gini yang nggak tahan gue”. “Maksud kamu?”. Tanya Bastian. “ Iya , Bang. Aku ini kan anak tunggal. Tiap kali aku digangguin atau dijahilin sama teman aku selalu nangis. Aku selalu berharap kalau aku punya seorang kakak, yang bisa jagain aku”. Kata ziena sambil nangis. “ Ya udah jangan nangis gitu yah.” Bujuk laras. “ Oh ya, barusan mama gue telpon, kayaknya kita harus pulang sekarang” Tambah Laras. “ Kamu pulang aja dulu, biar Ziena saya yang antar pulang.” Kata Bastian. “ Okke deh bang. Terima kasih ya bang. Ziena gue duluan ya, daaahhh. Jangan nangis lagi!”. Ucap Laras. Ziena hanya bisa tersenyum dan menyeka air matanya.
***
Sudah hampir sebulan ini Ziena dan Bastian saling bertemu dan bersama, seperti hal sebelumnya yang mereka bicarakan hanyalah sekedar pelajaran mata kuliah yang di ajarkan oleh Bastian.  Tetapi dalam benak Ziena terlintas suatu rasa yang tak seperti hal biasanya.
“Kenapa gue sekarang suka mikirin bang Bastian ya?”. Tanya Ziena pada Laras sahabat karibnya. “ Chieeee... Ada yang lagi falling love nih”. “ Ah lo Ras, orang cuma mikirin aja di bilang jatuh cinta”. “ Iya dech... nggak usah ngambek gitu donk. Abisnya juga lo sih, nggak ada hujan nggak ada angin ngomongin bang Bastian.” Balas Laras. “ Gitu donk, jangan bikin galau temen!”. “ Eh, itu orang yang lagi di omongin nongol tuh.” Tambah laras lagi . “ Lo berlagak biasa aja yah”.Pinta Ziena pada Laras. “ Iyeee, bawel”. “Hai. Pada ngapain disini?”Tanya Bastian. “ Lagi nunggu abang”. Jawab Laras. “ Nunggu saya? Emanganya ada apa?”. “ nggak  ada apa-apa kok Bang. Laras cuma bercanda”. Jawab Ziena. “Oh ya Zi, nanti kamu ke ruangan saya. Ada sedikit revisi tentang TA kamu.”. “Iya Bang. Nanti sehabis jam kuliah saya ke ruangan Abang”. Balas ziena.
***
Sehabis mata kuliah pertama dengan Pak Syamsuddin yang kerap di panggil pak Udin, Ziena segera menuju ruangan Bastian, tanpa di temani Laras, karena laras ada sedikit masalah dengan pacarya.
“ Aduhhh.. panas banget sih. Kayaknya kota padanng mulai panas kayak kota Jakarta deh.” Ucap ziena dalam hati.
Tok..tok..tok.. “Selamat siang Bang” . Sapa Siena di depan pintu ruangan Bastian. “Siang, silahkan masuk. Kok kamu pucat sekali zi? Tanya Bastian. “Mungkin karena kepanasan dan agak kurang sehat saja Bang”. “ By the way, soal revisi tadi  ada sedikit latar belakang yang harus kamu rubah, karena ada bagian yang sedikit melenceng dari judul TA kamu.”. “ Baik bang. Tapi yang lainnya oke kan Bang?”. Tanya Ziena. “ Sisanya bagus dan mudah di pahami”. Jawab Bastian. Melihat keadaan ziena yang kurang sehat bastian merasa sedikit cemas. “ Kamu yakin nggak apa-apa?”. “ Nggak apa-apa kok bang” . “ Kamu pulang dengan siapa?” Tanya Bastian lagi. “ Sendiri, tadinya mau sama Laras, tapi Laras lagi buru-buru mau pulang, katanya ada sedikit urusan.” Jawab ziena. “ Ya udah, kamu sama saya aja baliknya”. “ Nggak usah bang, nanti saya ngerepotin abang”. “ Nggak ngerepotin kok.” “ Makasih sebelumnya ya bang.” Tambah ziena.
Saat Ziena dan Bastian keluar menuju parkiran, tiba-tiba Ziena jatuh pingsan saat menurun anak tangga. “ Ziena, kamu kenapa?” Ucap Bastian seraya terkejut melihat Ziena tergeletak di lantai . Melihat Ziena jatuh pingsan, Bastian mengangkat Ziena menuju UKS dengan di bantu oleh beberapa orang mahasiswa lainnya.
Beberapa menit kemudian, Ziena kembali sadar. “ Zi, kamu sudah sadar?”. Tanya bastian .“ Nggak jadi pulangnya bang? Parkirannya masih jauh?” Tanya ziena balik. “ ziena, hei.. kamu nggak apa-apa kan? Tadi kamu jatuh pingsan di tangga.” Jelas bastian. “ Pingsan?” Tanya ziena yang tidak mengerti hal apa yang terjadi pada dirinya. “ udah baikkan kok bang. Aku mau pulang sekarang aja bang, Abang jadi nganterin aku?” Tanya ziena. “ Ya jadilah, masa saya tega biarin kamu pulang sendirian. Ntar kalau kamu pingsan lagi gimana? Saya nggak mau kenapa-napa.”  Saat mendengar ucapan Bastian terebut, ziena teradiam dengan hati yang gundah, resah, dan di tambah campuran bahagia. “ kenapa bang Bastian begitu perhatian kepada gue? Apakah dia menyukai dan menyayangi gue?” lirih ziena dalam hati dengan begitu banyak pertanyaan. Mereka berdua pun saling bertatapan. Saat mata meraka beradu pandang. Mereka berdua mneyadari bahwa adanya geteran cinta yang begitu dahsyat yang membara dalam hati mereka. Kemudian tatapan itu mencair saat handphone ziena berdering. “ kayaknya kita harus balik sekarang bang. Soalnya ibu aku udah sms, aku takut kalau beliau cemas nunggui akku”. Ucap ziena. “ Ya udah. Yuk kita ke mobil. Kamu bisa jalan?” “ Bisa kok bang “.
***
Sesampainya di rumah ziena berbaring di atas tempat tidur kesayangannya, lau beberapa saat kemudian Ibu ziena datang dan masuk kedalam kamar nya. “ Zi, kamu sudah makan nak?”. “ Belum bu”. “ Ya sudah, sekarang kamu ke ruang makan, ayah sudah menunggu”. Tambah Ibu lagi.
Saat di meja makan Ayah membuka cerita soal penjodohan diana sepupunya dengan putera teman ayah ziena. “ Zi, besok kamu ada acara?”. Tanya ayah. “ nggak ada kok yah, memangnya kenapa yah?”. Tanya ziena balik. “ Begini. Besok teman ayah, om sumarno dan putranya ingin bertemu untuk bersilaturrahmi dengan keluarga kita. Sekaligus akan ayah perkenalkan dengan Diana, mumpung Diana besok pulang ke Padang.”Jjelas ayah.  Beberapa saat ziena tersentak diam dalam hati ia berfikir bahwa yang dijodohkan itu lebih baik Diana, sepunya. Karena Diana terlahir sebagai anak yatim piatu, dan sudah sepantasnya dia mendapat kasih sayang dari seorang pria. “ Zi, kenapa kamu diam?” Tanya ibu. “ Oh, nggak Bu.” .“ Zi kamu ikhlas kan kalau Diana di jodohkan dengan anak teman ayah?” .“ ikhlas kok yah, diana udah aku anggap sebagai saudara ku sendiri. Lagian aku udah punya calon sendiri.” Jawab ziena. “ Siapa dia?. Kenapa nggak dikenalkan ke ayah dan ibu?” Tanya ayah. “ Ada deh ... itu rahasia”. Jawab ziena sambil melanjutkan makan malam.
Seusai makan malam ziena kembali kekamarnya. Dia termenung di depan jendela. Bastian , yang selama ini menjadi idola kaum wanita di kampusnya, kembali terlitas dalam benaknya. “ Kenapa akhir-akhir ini aku selalu memikirkan Bang bastian?” Ucapnya dalam hati. “ Apakah aku jatuh cinta?. Mungkin ini yang dinamakan dengan first love?”. Beberapa menit kemudian suatu benda bergetar di atas meja, kemudian ziena mengangkat benda tersebut. “ Hallo.”. “Hallo, Zi kamu sudah tidur?” tanya Bastian. “ Belum bang, ada perlu apa?”. “ Zi, ada satu hal yang harus saya katakan pada kamu. Mungkin ini agak sedikit aneh, tapi sangat menyesatkan hati saya.”. “ Apa bang? Apakah aku pernah menyinggung persaan abang?” .“ nggak kok zi. Jadi begini. Besok saya akan di jodohkan dengan seseorang. Mugkin ini konyol, tapi hati saya telah terpikat oleh wanita lain. Menurut kamu saya harus bagaimana?”. “Awalnya aku juga di jodohkan kok bang. Tapi aku berfikir bahwa aku belum siap untuk hal itu. Jika abang juga belum siap untuk hal itu, lebih baik abang bicara baik-baik kepada orang tua abang?”. “ Tapi zi,  masalahnya, orang tua saya telah berhutang budi kepada temanya.” “Cinta itu bukan hutang budi bang.  Oh ya, siapa wanita yang beruntung, yang dapat mencuri hati Abang?” Tanya ziena dengan perasaan cemas. “ Kamu zi.” Jawab Bastian singkat. Ziena kaget mendengar ucapan bastian. “ Ziena, kamu kenapa diam? Saya serius mencintai kamu” .“ Tapi bang, di sana telah ada wanita lain yang ,menunggu.”. “ Jawab pertanyaan saya zi, apakah kamu menyukai saya?”. “ jujur, ziena juga suka kok sama abang, ziena kagum dan sayang sama Abang. Tapi hal apa yang mebuat abang jatuh cinta kepada ziena?”. Ucap  ziena. “ Saya mencintai kamu karena hati saya berkata bahwa kamu adalah seseorang yang patut untu saya lindungi.” Jawab Bastian. “ Lindungi? Apakah saya wanita yang lemah?”. “ Kamu nggak lemah, tapi saya yang lemah jika saya tak memiliki cinta kamu ziena”. “ Jika kita memang di takdirkan untuk bersama, aku siap untuk hidup bersama abang.”  Seru ziena. “ Baikklah kalau begitu. Besok saya akan bicara kepada orang tua kedua belah pihak bahwa saya tidak mau di jodohkan”. “ Bicarain baik-baik ya bang!” “ Iya. Tapi mulai sekarang kamu adalah pacar aku.” Tambah bastian. “ Jadi, sekarang ngomongnya aku kamu nih?”. Goda ziena. “Iya donk, kamu kan milik aku sekarang.”. “ Iya deh. Aku tidur dulu ya bang, udah larut malam .” Pinta ziena “ Selamat tidur sayang. I LOVE YOU” .“I love you too” balas ziena.
***
Hari ini adalah hari pertemuan antara keluarga Pak subroto, yangbtak lain adalah ayah ziena dan Om sumarno. Mereka berjanji akan bertemu di sebuah restoran yang ternama di kota Padang. “ Diana , Ziena kalian sudah siap-siap? Sebentar lagi kita mau berangkat, ntar kita telat lo!” ucap ibu. “ Iya bu, bentar lagi. Kayak acara kawinan aja deh”. Balas ziena. “ Zi, menurut lo gue udah oke belum?”. Tanya Diana. “ Udah, lo udah kayak bidadari dari khayangan tau nggak”.  Hibur Ziena pada Diana yang gugup. “ By the way, lo rela kan kalo gue yang di jodohin?”. “ Tentu donk, demi lo apa sih yang nggak. Lagian sekarang gue udah punya cowok”. Jawab ziena.
Sesampai di restoran ziena dan keluaraga menuju suatu meja yang sudah di pesan sebelumnya. Disana telah menunggu dua orang pria dan satu orang wanita. “Hallo, selamat siang Marno, sudah lama kita tak berjumpa.” Ucap ayah. “ Oh, kawan lama, teman seperjuangan , apa kabar kamu sekarang Broto.” . “ Alhamdullillah baik, oh iya kenalkan ini istri saya Aini, yang cantik ini putri sulung saya Ziena dan yang ini keponakan saya Diana yang akan di jodohkan dengan putra mu.” Jelas Ayah. Ketika ayah ziena memperkanalkan anggota keluarga, Ziena dengan putra Om sumarno yang tak lain adalah Bastian saling bertatapan dengan penuh rasa keheranan. “ Dan ini keluarga kecil saya. Istri saya beramana Lira, dan putra satu-satunya saya BSastian.
Dalam hati Ziena berfikir bahwa yang di jodohkan dengan Diana adalah Bastian kekasih hatinya. Begitu pula dengan Bastian yang tak menyangka akan di jodohkan dengan sepupu Ziena pujaan hatinya. Ziena dan Bastian hanya terdiam dan saling berpandangan, mereka takut akan merusak suasana yang penuh dengan kegembiraan . “ Bastian papa,  ingin menjodohkan kamu dengan Diana keponakan Om broto, bagaimana pendapatmu. ?” Tanya ayah bastian. Bastian tak langsung menjawab dan ia terus menatap wajah Ziena yang hampir basah dengan air mata, karena tak sanggup melihat keadaan seperti ini. Tatapan Bastian kepada Ziena dapat dipahami oleh Ibu ziena yang duduk di samping Ziena. “ Bastian, ayo jawab nak?” Ucap ibu lira kepada putranya. “ mungkin Bastian grogi, itu istilah anak masa sekarang.” Tambah ayah ziena dengan maksud untuk melawak.
Akan tetapi Ziena berdiri dari kursi yang ia duduki dan meminta izin untuk pergi dengan alasan ada keperluan mendadak. “ Ayah, ziena  mau pergi duluan , karena Ziena ada mata kuliah tambahan” Pinta Ziena pada ayahnya. Kemudian tanpa memperhatikan ucapan ayahnya ziena langsung keluar menuju pintu. Ziena berlari sambil berlinangan air mata. Semua yang ada di meja makan hanya bisa diam . kemudian suasana diam pecah dengan gurauan ayah ziena. “ Ziena memang agak sedikit sibuk belakangan ini, soalnya Ziena akan menyelesaikan skripsinya tahun ini.” Ucap ayah ziena. “ Sikapnya sama sperti  kammu Broto. Rajin dan jenius” . Tambah Om sumarno.
***
Ziena yang sangat terluka dengan kejadian tadi di hibur oleh sahabatnya laras. “Zi, udah jangan nangis lagi!” ucap Laras.  “ Gue nggak sedih kok.” Ucap ziena. “ Lo nggak usah bohong  sama  gue. Gue tu udah kenal lo lima tahun, gue ngerti kok perasaaan lo.” Laras terus mencoba menenangkan pikiran ziena yang sedang kacau. Ziena hanya bisa menangis.
***
Sudah hampir tiga hari Ziena tidak masuk kuliah. Hal ini di karenakan Ziena sakit. Karena tak sanggup untuk berpisah jauh dari Ziena, Bastian datang menghampiri Laras teman baik Ziena. “ Laras..” . Ucap Bastian sambil berlari mengejar laras yang sedang berdiri di koridor kampus. “ Ya, ada apa Bang?” Tanya laras. “ Kamu tau dimana ziena?”. “ Um..umm.. gimana ya bang. Saya nggak boleh sama ziena untuk kasih tau soal dia sama Abang.” . “ kamu sudah tau masalah saya dengan Ziena?”. “Uudah Bang... Kayak nya semua ini begitu sulit buat Ziena.”. “ Saya mangerti. Tolong kamu kasih tau di mana Ziena sekarang. Saya mohon.” Ucap bastian lagi. “ Ziena lagi sakit bang. Kata ibunya ziena sering melamun dan susah makan.”. “ Sakit? Sakit apa?”tanya bastian lagi. “ Cuma deman dan banyak pikiran aja kata dokter.”. “ Ya udah. Saya mau kerumah Ziena. Kamu bisa temani saya gg Ras?”. “ Bisa kok bang. Saya memang berniat untuk jenguk ziena lagi.”
***
Sesampai di rumah Ziena, Bastian dan Laras bertemu dengan Ibunya ziena. “ Selamat siang tante. Zienanya ada tante?” Tanya Bastian pada Ibu ziena. “ Selamat siang. Zienanya ada kok. Tapi tante mau bicara dulu sama kamu.” Pinta ibu ziena. “ Baik tante. Sementara itu laras masuk ke dalam kamar Ziena sambil melihat keadaan Ziena.
“ Begini bastian. Tante tau kenapa Ziena sakit. Kamu ada hubungan apa dengan Ziena?”. Tanya Ibu ziena. “ Maafin saya tante. Sebelum saya tau akan di jodohkan dengan Diana, saya sudah pacaran dengan Ziena.” Ucap bastian sambil termenung.  “ Kamu benar mencintai Ziena?”. “ Saya sungguh-sungguh dengan Ziena tante.”. “ Kalian bertemu dimana?”. Tanya ibu ziena. “ Ziena adalah murid saya. Dan kebetulan saya adalah dosen pembimbing Ziena di kampus.” Jelas bastian. “ ohhh..kamu yang di ceritakan Ziena selama ini? . pantesan aja Ziena menyukai kamu. Kamu sudah pintar dan tampan lai!”. “ Terimaksih tante.  Tapi sekarang saya bisa bertemu dengan ziena?”.  Tanya bastian. “ Bisa. Tapi bagaiman dengan diana yang sudah menaruh harapan pada mu?” . “ Saya akan coba untuk memberitahu hal ini pada Diana.”. “ Tante percaya sama kamu bastian. Tante mohon jangan sakiti hati Ziena maupun Diana.”. “ Baik tante.”. Kemudian bastian masuk dalam kamar ziena untuk berbicara soal hubungan mereka. “ Hay, zi” Sapa Bastian. Ziena kaget melihat kedatangan Bastian. Kemudian laras keluar dan membiarkan Ziena dan Bastian bicara berdua. “ Apa kabar Ziena?” Tanya Bastian. “ Biasa aja”. Jawab Ziena singkat. “Zi, aku mau bicara sama kamu !.”. “ Bicara aja. Perasaan kita udah bicara dari tadi deh.” Ucap Ziena acuh tak acuh. “ Zi, aku nggak sanggup kamu diamin aku kayak gini.”. “ Aku gg diamin kamu bang. Tapi kita harus terima kenyataan.”. “ Kenyataan apa Zi?”. “ kenyataan kalau kamu akan di jodohkan dengan sepupu aku.”Ucap ziena sambil menangis. “ Tapi aku nggak cinta dengan Diana. Aku cintanya sama kamu Zi.”. Ucap Bastian sambil merangkul tangan ziena. “ Tapi bang, aku mohon sama kamu Diana itu sepupu aku, dia udah nggak punya orang tua. Please, cintai dia!.” . “ Cintai? Aku nggak bisa Zi, cinta itu nggak bisa dipaksakan.”. “ Aku nggak mau nyakitin hati Diana bang. Dan aku bukan orang yang egois. Yang mementingkan perasaan sendiri.” . “ Oke. Aku pacaran dengan Diana. Tapi  itu sama saja kamu menyakiti perasaan dua orang Zi.”. “ Siapa bang?”. Tanya Ziena. “ Perasaan aku dan kamu.” Mendengar ucapan itu Ziena terdiam sambil berbaring diatas tempat tidur.
Tanpa sengaja Diana mendengar semua pembicaraan Ziena dengan Bastian. Saat itu Diana baru pulang kuliah. “ Diana?” . Ucap Ziena saat melihat Diana berdiri di depan pintu. Kemudian Ziena menarik tangannya dari genggaman Bastian. “ Di, aku bisa jelasin semua sama kamu . Ini semua nggak seperti yang kamu pikirin.”. Ucap Ziena sambil  bangun dari tempat tidur. “Nggak usah kamu jelasin Zi. Aku udah dengar semua.”. Ucap diana sambil menangis dan berlari keluar. Kemudian Ziena dan Bastian berlari keluar mengejar Diana. “ Di... Diana...!” .Ucap ziena sambil berlari. Tiba-tiba ziena tersandung oleh kaki meja, dan Ziena pun terjatuh. Kepala Ziena terbentur ke meja dan ia pun pingsan. “ Ziena !”. Ucap Bastian. Kemudian ziena pun dibawa kerumah sakit.
***
Saat  dirumah sakit,beberapa jam kemudian Ziena siuman. Saat ia bangun dia melihat Bastian tidur disamping bed tempat ia tidur . sedangkan ibu dan ayahnya menemui dokter untuk menanyakan keadaan ziena. Diana dan laras menunggu di luar. Kemudian Ziena membelai rambut Bastian sambil tersenyum sendiri. Hal itu diketahui oleh Diana dan Laras yang melihat dari kejauhan. Beberapa menit kemudian Diana dan Laras masuk melihat keadaan  Ziena. “Zi, bagaimana mana keadaan lo?” Tanya Diana. “ Gue nggak apa-apa kok Di. Gue mau minta maaf sama lo.”. Kemudian Bastian terbangun. “ Lo nggak usah minta maaf sama gue. Gue yang salah. Gue nggak bisa mengerti perasaan lo berdua.”. “ Tapi Di, gue...”. “ Gue ikhlas jika kalian berdua pacaran. Awalnya kalian sudah pacaran kan?” .Tanya Diana. “ Lo tau dari mana ?” Tanya Bastian. “ Dari Laras.Dan gue akan bilang sama om dan tante kalau bukan aku yang dijodohin, tapi lo Ziena.” Ucap diana. “ Terimakasih atas pengertian lo Diana, dan gue juga juga mau minta  maaf sama lo kalau gue nyakitin hati lo.” Jelas Bastian. “ Nggak apa-apa kok. Gue ngerti, walau ini semua begitu sulit bagi kita.” Ucap Diana. “ Diana, lo memang kakak sepupu gue yang paling baik. Terima kasih atas semua kebaikkan lo sama gue”.Ucap ziena sambil menitikkan air mata. “ Iya. Sama-sama. Lo masih aja cengen. Udah jangan nangis.” Ucap diana sambil memeluk ziena.
Kemudian Ayah dan Ibu ziena datang. “ Zi, kamu udah baikkan ?” Tanya ayah. “ Udah mendingan kok yah.” Jawab ziena sambil tersenyum. “ Om, Tante. Saya mau bilang kalau saya menbatalkan perjodohan saya dengan Diana. Karena saya mencintai wanita lain, yaitu ziena putri Om.” Ucap Bastian sambil menjelaskan kepada ayah ziena. “ Sudah,  Om sudah tau semuanya. Om setuju dengan keputusan kamu yang bijaksana dan jujur.” Ucap ayah. “ Jadi ayah merestui hubungan Ziena dengan Bang bastian?”.Tanya Ziena dengan girang. “ Iya, ayah setuju. Awalnya kan kamu yang mau dijodohin, tapi kamunya aja yang jual mahal.” Jawab ibu sambil mencium Ziena. Semua tertawa melihat tingkah ziena yang malu-malu.
***
Ziena kembali kuliah seperti biasa. Tetapi ada satu hal yang berubah dari Ziena, yaitu statusnya sekarang bukan lagi murid dari Bastian, tapi Ziena adalah tunangan alias calon isteri dari Bastian yang merupakan idola kaum wanita di kampusnya .
“ Zi, kita jalan yuk.” Ajak Bastian pada Ziena. “ Kita mau kemana?”. “ Pacaran”. Jawab Bastian singkat. “ Pacaran?  Emangnya aku pacar kamu?” tanya ziena dengan adegan raut muka berbeda. Bastian terkejut mendengar ucapan Ziena. “ Maksud kamu kita putus?” .Tanya bastian Cemas. “ Ya ampun Abang, masa kamu nggak ngerti sih? Aku bukan pacar kamu, tapi aku adalah calon istri kamu.” Jelas Ziena sambil tertawa melihat raut wajah bastian yang cemas. “ Ziena... kamu bikin aku syok tau nggak. Jangan ngomong seperti itu lagi!” Ucap Bastian sambil menggelitik Ziena.
Kemudian mereka pergi ke Pantai Padang yang merupakan salah satu tempat favorit bagi pasangan yang sedang jatuh cinta. Mereka berdua berdiri di depan mobil sambil melihat matahari terbenam. “ Sayang, aku punya satu permintaan sama kamu!” . Ucap ziena. “ Apa?”. “ Aku ingin melihat wajah kamu setiap hari!.”. “ Hanya itu?” . Tanya bastian. Ziena hanya mengangguk dan tersenyum. “ Aku juga. Aku ingin melihat senyum manis kamu setiap hari.”. Sambung Bastian. Kemudian mereka berdua saling berpandangan. “ Ada apa?” .Tanya ziena. Bastian hanya diam dan membalas senyuman Ziena. Kemudian bastian memegang bahu ziena, mereka pun semakin dekat dan akhirnya mendaratlah sebuah ciuman kasih cinta Bastian pada Ziena di bibir Ziena yang mungil. Ziena hanya diam dan tersipu malu, lalu Bastian memutar badan Ziena kedepan dan Bastian memeluk  tubuh Ziena dari belakang dengan mesra.Mereka berdua asyik menikmati pemandangan matahari terbenam dan diiringi dengan getaran cinta yang memecah kesunyian.
Happy Ending.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar